Sistem Filter 6 Lapis (Hierarkis): Jawab filter secara berurutan. Beberapa filter akan otomatis dilewati (skip) jika tidak relevan. Hasil akan muncul otomatis setelah semua filter terisi.
L0Paradigma
L1Populasi
L2Struktur
L3Responden
L4Kapasitas
L5Inferensial
Apa paradigma utama penelitian skripsimu?
Bagaimana kondisi daftar populasi (sampling frame) dan ukurannya?
Bagaimana karakteristik internal dan sebaran geografis populasimu?
Bagaimana karakteristik target responden penelitianmu?
Bagaimana kondisi sumber daya penelitianmu sebagai mahasiswa skripsi?
Seberapa jauh hasil penelitianmu perlu digeneralisasikan?
Rekomendasi Metode Sampling
⬆
Jawab filter di atas secara berurutan untuk melihat rekomendasi.
ProbabilitySetiap anggota punya peluang terpilih
Non-ProbabilityTidak semua punya peluang terpilih
SensusAmbil semua anggota populasi
KombinasiGabungan dua pendekatan
Generator Justifikasi Metodologi (AI)
Setelah menentukan metode dan ukuran sampel, langkah berikutnya adalah menyusun justifikasi metodologi yang solid untuk Bab 3 skripsimu. Gunakan Generator AI kami untuk membuat draf awal yang kuat.
Non-Response Bias
Topik paling sering diabaikan mahasiswa. Menentukan jumlah sampel saja tidak cukup — kamu harus mempertimbangkan berapa yang benar-benar merespons dan dampak bias-nya.
Mengapa ini kritis? Jika kamu mengirim 150 kuesioner tapi hanya 60 yang kembali (response rate 40%), kamu tidak hanya kehilangan jumlah sampel — kamu berpotensi mendapat bias sistematis karena responden dan non-responden bisa berbeda karakteristiknya.
📊 Response Rate Realistis
Kuesioner online (Google Form): 20–40%
Kuesioner tatap muka: 70–95%
Email/WhatsApp blast: 10–25%
Via gatekeeper (kantor): 50–80%
⚠ Mayoritas skripsi Indonesia: rencanakan dengan asumsi 30–40% response rate.
Kuesioner tatap muka: 70–95%
Email/WhatsApp blast: 10–25%
Via gatekeeper (kantor): 50–80%
⚠ Mayoritas skripsi Indonesia: rencanakan dengan asumsi 30–40% response rate.
🔢 Rumus Distribusi Kuesioner
n_distribusi = n_target / response_rate
Contoh: butuh 100 sampel, estimasi response rate 50%:
→ Distribusikan 200 kuesioner
Selalu tambahkan 10–15% ekstra untuk data tidak valid/rusak.
Contoh: butuh 100 sampel, estimasi response rate 50%:
→ Distribusikan 200 kuesioner
Selalu tambahkan 10–15% ekstra untuk data tidak valid/rusak.
✅ Cara Menguji Non-Response Bias
Wave analysis: Bandingkan karakteristik responden awal vs akhir. Jika berbeda signifikan, ada bias.
T-test demografis: Uji apakah responden dan non-responden berbeda secara statistik pada variabel kunci.
T-test demografis: Uji apakah responden dan non-responden berbeda secara statistik pada variabel kunci.
🛡 Strategi Meningkatkan Response Rate
• Kuesioner singkat (<10 menit)
• Follow-up reminder 2× setelah distribusi
• Manfaatkan gatekeeper (HRD, ketua kelas)
• Tatap muka lebih baik dari online
• Jelaskan tujuan penelitian dengan jelas
• Follow-up reminder 2× setelah distribusi
• Manfaatkan gatekeeper (HRD, ketua kelas)
• Tatap muka lebih baik dari online
• Jelaskan tujuan penelitian dengan jelas
📝 Wajib Dilaporkan di BAB 3
• Jumlah kuesioner didistribusikan
• Jumlah yang kembali dan valid
• Response rate aktual (%)
• Cara penanganan non-response
• Limitasi yang mungkin timbul
• Jumlah yang kembali dan valid
• Response rate aktual (%)
• Cara penanganan non-response
• Limitasi yang mungkin timbul
⚠ Ambang Batas Response Rate
Survei tatap muka:
≥70% — sangat baik · 50–69% — cukup · <30% — risiko tinggi
Survei online:
≥50% — sangat baik · 30–49% — dapat diterima · <20% — risiko bias sistematis
(Baruch & Holtom, 2008; Cook et al., 2000)
≥70% — sangat baik · 50–69% — cukup · <30% — risiko tinggi
Survei online:
≥50% — sangat baik · 30–49% — dapat diterima · <20% — risiko bias sistematis
(Baruch & Holtom, 2008; Cook et al., 2000)
Kalkulator Distribusi Kuesioner
Berapa kuesioner harus disebarkan?
Masukkan target sampel dan estimasi response rate.
—
kuesioner yang harus didistribusikan
Panduan & Perbandingan Lengkap
Referensi komprehensif: perbandingan semua metode sampling, acuan n minimum per metode analisis, dan panduan memilih formula.
Acuan Minimum Sampel per Metode Analisis
| Metode Analisis | Minimum | Ideal | Referensi |
|---|---|---|---|
| Korelasi Pearson/Spearman | n ≥ 30 | n ≥ 50–100 | Cohen (1992) |
| Regresi Linear Sederhana | n ≥ 50 | n ≥ 100 | Green (1991) |
| Regresi Berganda (3 IV) | n ≥ 74 | n ≥ 150 | Green (1991): 50+8(3) |
| Regresi Logistik | n ≥ 50, 10/kategori | n ≥ 100 | Hosmer & Lemeshow (2000) |
| Independent t-test | n ≥ 20/kelompok | n ≥ 30/kelompok | Cohen (1988) |
| One-Way ANOVA | n ≥ 20/kelompok | n ≥ 30/kelompok | Cohen (1988) |
| Chi-Square | Exp. freq ≥ 5/sel | n ≥ 50 total | Cochran (1954) |
| PLS-SEM (SmartPLS) | n ≥ 30 | n ≥ 100–200 | Hair et al. (2017) |
| CB-SEM (AMOS) | n ≥ 100 | n ≥ 200–400 | Hair et al. (2010) |
| ARIMA / Time Series | n ≥ 30 titik waktu | n ≥ 50–100 | Box & Jenkins (1970) |
| Analisis Tematik | 6–8 informan | Hingga saturasi tema | Guest, Bunce & Johnson (2006) |
| Grounded Theory | 15–20 informan | Hingga saturasi teoritis | Glaser & Strauss (1967) |
| Fenomenologi | 5–8 informan | 8–15 informan | Creswell (2013) |
Perbandingan Formula Ukuran Sampel
| Formula | Cocok Untuk | Syarat Utama | Kelemahan | Referensi |
|---|---|---|---|---|
| Slovin | Skripsi deskriptif/korelasional sederhana, N diketahui | N terhingga & diketahui | Tidak memiliki derivasi statistik kuat; mengunci p=0.5 dan Z=1.96 | Umar (2003); Tejada & Punzalan (2012) |
| Cochran | Semua tipe penelitian kuantitatif, populasi besar/∞ | Menentukan p dan Z secara eksplisit | Membutuhkan estimasi proporsi p yang akurat | Cochran (1977) |
| PLS-SEM (10×) | Structural Equation Modeling, SmartPLS | Mengetahui max. indikator & jalur | Hair (2022) menarik sebagai panduan utama; kini G*Power lebih dianjurkan | Hair et al. (2017, 2022) |
| Green (Regresi) | Regresi linear berganda, analisis mediasi | Estimasi ukuran efek (besar/sedang/kecil) | Efek kecil membutuhkan n sangat besar; harus diverifikasi G*Power | Green (1991); Cohen (1988) |